:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/warga-Kecamatan-Sokobanah-Sampang-mengaku-ditipu-pria-mengaku-imam-mahdi.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Dugaan perkara penipuan dengan modus ajaran agama dilaporkan Halimi (31), warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang ke Polres Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026).
Ia melaporkan pria berinisial FF, warga Kecamatan Kamal, Bangkalan, yang mengklaim sebagai ‘Imam Mahdi,’ sosok tokoh akhir zaman dalam eskatologi Islam yang disebut menguras uangnya hingga Rp1,3 miliar dalam kurun waktu 2020-2025.
Modus dugaan penipuan berkedok ajaran agama yang dilakukan terlapor FF berjalan mulus saat masih ada mendiang Ahmad Subaidi yang tidak lain adalah bapak dari terlapor.
Ahmad Subaidi mengklaim sebagai ‘Ratu Adil Alaihissalam’ dan meninggal dunia pada tahun 2025.
“Saya tersadar ketika (Ahmad Subaidi) yang di Kecamatan Kamal meninggal dunia. Padahal beliau dalam sugesti kami akan bertugas menerima para waliyullah termasuk beberapa kiai besar di Jawa Timur, ponpes-ponpes besar di Madura disebut akan menghadap beliau semua,” ungkap Halimi di Polres Bangkalan.
Dalam sejumlah literasi tradisi Kejawen, Ratu Adil merupakan konsep sosok pemimpin bijak dan penyelamat.
Konsep ini berakar dari Serat Jayabaya dan Kitab Musasar yang meramalkan kemunculan sosok pemimpin penyelamat di tengah krisis sosial.
Sementara Imam Mahdi merupakan tokoh akhir zaman dalam eskatologi Islam yang diyakini akan muncul untuk menegakkan keadilan dan memimpin umat Islam sebelum Hari Kiamat tiba.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber