:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pemkab-Kediri-mendorong-santri-memperkuat-ilmu-agama-kepercayaan-diri.jpg)
SURYA.co.id, KEDIRI – Santri di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, didorong tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menguasai teknologi dan berani mengambil peran di berbagai sektor kehidupan.
Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dinilai penting agar santri turut berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mewujudkan Indonesia Emas.
Pesan tersebut mengemuka dalam apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU), kalangan pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk menyampaikan sambutan dalam apel tersebut.
Solikin menegaskan, pondok pesantren beserta kiai, guru, dan santri merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga membentuk sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak.
“Keberadaan pondok pesantren beserta para santri tentu terus menjadi fondasi kuat. Oleh karena itu, pada momentum Hari Santri tahun ini, peran tersebut harus kita jaga bersama karena menjadi modal penting dalam membangun daerah,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber