
Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga guna memperluas kegiatan skrining tuberkulosis (TBC) sebagai upaya mencegah penularan penyakit tersebut di lingkungan setempat.
Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengatakan skrining TBC tidak hanya dilakukan oleh Dinkes setempat, namun juga melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Kemenag agar bisa menjangkau jumlah sasaran lebih banyak.
“Dengan keterlibatan Dinas Pendidikan, Dinas PMD, hingga Kemenag, maka skrining bisa dilakukan di pondok pesantren, pelajar, termasuk calon pengantin di desa-desa juga harus dilakukan agar mereka bebas TBC,” ujar Sigit saat kegiatan Rapat Penguatan Komitmen Pemda serta Sinergi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Penanggulangan TBC di Kabupaten Madiun, Rabu.
Menurut dia, penanganan TBC di Kabupaten Madiun harus dilakukan secara masif, terintegrasi dan dibutuhkan kolaborasi semua pihak.
Penanggulangan TBC di Kabupaten Madiun juga melibatkan seluruh OPD, Kodim, Kejari, Kantor Kemenag, Kecamatan, Puskesmas, Desa, Perguruan Tinggi dan Koalisi Organisasi Profesi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan menyatakan dari sekitar 10.000 orang yang diskrining selama ini dengan menggunakan fasilitas layanan mobil rontgen keliling, ditemukan 1.200 kasus TBC baru.
“Jadi persentasenya masih besar. Maka dari itu, pencegahan TBC di Madiun juga kita kolaborasikan dengan program peningkatan RTLH dan membangun sanitasi yang bagus, karena rumah layak huni dan saluran air yang sehat merupakan landasan terintegrasi dalam pencegahan TBC,” katanya.
Selain gencar pelacakan dan skrining, Pemkab Madiun juga intensif melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya, cara penularan, kemudian pencegahannya terhadap penyakit TBC.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber