Magetan, blok-a.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi perhatian aparat di Kabupaten Magetan. Mengantisipasi kemungkinan api merembet ke wilayah Jawa Timur, Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji memantau kesiapsiagaan personel gabungan di Posko Karhutla Cemoro Sewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Selasa (20/10/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor. Dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran ke kawasan hutan Gunung Lawu di wilayah Magetan.

Dalam kegiatan itu, Kapolres didampingi Kepala BKPH Lawu DS/Perhutani Plaosan Jion Surya, personel BPBD, Kapolsek Plaosan, tokoh masyarakat, dan relawan.

Berdasarkan laporan perkembangan yang diterima, kebakaran di kawasan hutan lindung Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, mulai terdeteksi sejak 15 Oktober 2026. Api diketahui membakar kawasan hutan pada petak 28, 32, dan 62c.

Meski jumlah titik panas yang sebelumnya mencapai 11 titik kini dilaporkan tersisa dua titik api. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 100 hektare. Api yang belum sepenuhnya padam, ditambah kondisi angin kencang, masih berpotensi memperluas area terdampak.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan selama 14 hari, terhitung sejak 17 Oktober 2026, untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji menegaskan, kesiapsiagaan personel di Posko Cemoro Sewu diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan situasi, terutama jika kondisi cuaca dan arah angin memungkinkan api merembet ke wilayah Magetan.

“Saya mengimbau seluruh petugas gabungan yang bertugas di Posko Karhutla Cemoro Sewu agar selalu siaga dan stand by, menjaga kesehatan, serta memastikan sarana dan prasarana dalam kondisi siap digunakan. Kita harus tetap waspada dan siap bergerak cepat apabila terjadi kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Magetan. Kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik sangat diperlukan agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin,” ujar Bagas.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *