
Lumajang (beritajatim.com) – Operasi Search and Rescue (SAR) pencarian seorang nelayan asal Banyuwangi yang hilang terseret ombak ganas di pantai selatan Kabupaten Lumajang resmi dihentikan oleh tim gabungan pada Kamis (22/10/2026).
Penutupan operasi pencarian terpaksa dilakukan lantaran upaya penyisiran selama tujuh hari berturut-turut terhadap korban bernama Rizky Andi Dhermawan (33) tidak membuahkan hasil.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat mengalami kecelakaan laut tragis bersama dua rekannya di kawasan Pantai Parupa, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang, pada 15 Oktober 2026.
Kala itu, perahu nelayan yang ditumpangi Rizky mendadak terbalik setelah dihantam ombak besar saat dalam perjalanan pulang usai melaut mencari ikan.
Dua nelayan lainnya, yakni Zaenal Abidin (23) dan Rahul Panji (19) asal Kecamatan Puger, Jember, berhasil menyelamatkan diri berenang mencapai bibir pantai. Nahas, Rizky tersapu gelombang tinggi dan hilang tanpa jejak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa penutupan operasi SAR telah berjalan sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP) kebencanaan.
“Memang untuk pencarian laka air kemarin kita sudah menutup. Dari tim Basarnas juga dinyatakan ditutup dan dari tim BPBD sendiri terutama TRC sudah kembali ke markas mulai kemarin,” ucap Yudhi Cahyono pada Kamis (22/10/2026).
Yudhi menambahkan bahwa selama satu pekan, petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, dan relawan telah menyisir perairan pantai selatan Lumajang hingga penyisiran darat di sepanjang garis pantai.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber