TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, memastikan program Wali Kota Bersama Rakyat (WBR) berlanjut pada 2027.

Pelaksanaannya akan dibuat lebih intensif dengan membahas persoalan warga secara terperinci di setiap kelurahan.

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan, jika pada 2026 kegiatan WBR menggabungkan tiga kelurahan dalam satu pelaksanaan, tahun depan kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara terpisah di setiap kelurahan.

“Kalau tahun ini tiga kelurahan jadi satu, kemarin konsep dari teman-teman (Bagian) Pemerintahan akan dibuat per kelurahan. Sehingga nanti akan ada 27 WBR dalam satu tahun. Sehingga kita akan lebih intens,” kata Bagus usai gowes keliling Kota Madiun dalam rangkaian program WBR di Kelurahan Manisrejo, Pandean, dan Banjarejo, Kecamatan Taman, Jumat (23/10/2026).

Melalui skema baru tersebut, Pemkot Madiun berharap persoalan di setiap lingkungan dapat teridentifikasi secara lebih mendalam. Penanganan keluhan warga pun diharapkan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Bagus meminta para ketua rukun tetangga (RT) aktif berkoordinasi dengan lurah untuk menyampaikan persoalan mendesak yang dihadapi warga di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, WBR memiliki fungsi berbeda dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). WBR menjadi ruang untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti persoalan di lingkungan warga, sedangkan Musrenbang lebih berorientasi pada usulan pembangunan kawasan.

“Harapan besar saya, sekarang Pak RT di lingkungan masing-masing sering berkoordinasi. Karena WBR ini beda dengan Musrenbang. Nanti untuk usulan yang lingkungan. Kalau Musrenbang itu ke kawasan,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *