KBRN, Malang : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyebut angka inflasi di kota pendidikan pada Juli 2022 sebesar 0,76 persen. Inflasi Kota Malang ini lebih tinggi daripada angka inflasi Jawa Timur sebesar 0,61 persen dan inflasi nasional sebesar 0,64 persen. Biaya pendidikan menjadi komoditas tertinggi penyumbang inflasi di Kota Malang.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengatakan, biaya pendidikan atau Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami kenaikan sebesar 11,45 persen atau memiliki andil 0,12 persen terhadap inflasi. Selain biaya SMA, biaya Sekolah Dasar (SD) juga menyumbang inflasi.

“Selain biaya pendidikan, ada komoditas lain penyumbang inflasi. Yakni angkutan udara, kue kering berminyak, bawang merah, cabai merah, rokok kretek filter, daging ayam ras, soto, dan nasi dengan lauk,” kata Erny, Senin (1/8/2022).

Meski kenaikan harga sejumlah komoditas menyebabkan inflasi, namun tercatat ada sejumlah harga yang mengalami penurunan dan menyebabkan deflasi. Yakni penurunan harga minyak goreng, bayam, ikan mujair, pisang, dan harga tongkol diawetkan.

Di wilayah Jawa Timur, inflasi terbesar dialami Sumenep 1,04 persen, selanjutnya Kota Malang 0,76 persen, Banyuwangi dan Jember 0,67 persen, Kota Madiun 0,63, Kota Surabaya 0,58 persen, Kota Kediri 0,55, dan Kota Probolinggo 0,52 persen.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *