BOJONEGORO, iNewsBojonegoro.id – Dua wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tercatat mengalami suhu udara hingga 39 derajat Celsius selama musim kemarau ekstrem hingga Oktober 2026. 

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Gayam dan kawasan Kawengan di Kecamatan Kedewan. Kedua Kawasan itu merupakan daerah industrialisasi migas, yaitu Lapangan Banyu Urip dan kawasan tambang minyak wonocolo. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro karena suhu tinggi berpotensi memperparah kekeringan dan mengganggu ketersediaan air bagi masyarakat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan kondisi cuaca ekstrem tersebut seusai melaksanakan salat istisqa di Masjid Baabus Shofa, pada 20 oktober 2026 kemarin.

“Cuaca sangat panas, suhu di Kabupaten Bojonegoro mencapai 38 derajat Celsius, sedangkan di wilayah Gayam dan Kawengan mencapai 39 derajat Celsius. Tentu ini berdampak pada kekeringan,” ungkapnya.

Menurut Setyo Wahono, masyarakat masih perlu bersiap menghadapi dampak musim kemarau, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Berdasarkan prediksi yang disampaikan, hujan diperkirakan mulai turun pada akhir November atau awal Desember 2026. Sementara itu, musim hujan diperkirakan berlangsung pada Februari.

Di tengah kondisi tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ia juga mengimbau warga memperbanyak doa dan istighfar serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *