:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Warga-Desa-Jipurapah-Kecamatan-Plandaan-Kabupaten-Jombang.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Kekeringan mulai mengganggu kehidupan warga Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Memasuki akhir Oktober 2026, sumur yang selama ini menjadi sumber air rumah tangga mengering. Sungai di sekitar permukiman pun tak lagi bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, warga terpaksa mencari sumber air alternatif, bahkan harus menggali lubang di dasar sungai demi mendapatkan air untuk mandi dan mencuci.
Situasi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Brangkal dan Dusun Jipurapah pada Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan pendataan BPBD, kekurangan air bersih di kedua dusun tersebut berdampak pada 400 kepala keluarga (KK) atau 1.140 jiwa.
Suko (57), warga Dusun Brangkal, mengatakan kesulitan air sebenarnya sudah dirasakan sejak Agustus. Namun, kondisi semakin berat ketika sumur warga tidak lagi mengeluarkan air dan sungai di sebelah barat permukiman turut mengering.
“Kalau sekarang sumur sudah tidak bisa keluar airnya. Sungai di sebelah barat juga tidak ada airnya,” ucap Suko saat kepada Tribunjatim.com, Sabtu (24/10/2026).
Sebelum bantuan dari BPBD datang, warga harus berjalan sekitar 200 hingga 300 meter untuk mencari air di sungai. Mereka menggali lubang kecil di dasar sungai agar air dapat terkumpul dan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber