
Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sejumlah program prioritas menjadi perhatian, mulai dari percepatan penurunan stunting, pengendalian tuberkulosis (TBC), hingga penguatan layanan kesehatan primer.
Ajakan tersebut disampaikan bupati yang akrab disapa Gus Barra itu saat memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IDI yang dirangkai dengan kegiatan pengabdian masyarakat di halaman Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Sabtu (24/10/2026).
Gus Barra menegaskan, pembangunan kesehatan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat menjangkau masyarakat secara luas, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi dengan organisasi profesi, tenaga medis, rumah sakit, puskesmas, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Upaya tersebut membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga medis dan tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dunia pendidikan, sektor swasta, serta masyarakat,” ungkapnya.
Ia secara khusus mengajak IDI dan seluruh jajaran kesehatan untuk berperan aktif mendukung program prioritas nasional. Selain percepatan penurunan stunting dan pengendalian TBC, program tersebut mencakup peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan penyakit tidak menular.
Gus Barra juga menekankan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer sebagai salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai penting agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani secara tepat.
“Pastikan setiap program menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan memberikan hasil yang dapat dirasakan. Koordinasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani secara tepat,” tegasnya.
Selain memperkuat kolaborasi dalam program kesehatan, Gus Barra mengingatkan para dokter dan tenaga kesehatan agar selalu mengedepankan pelayanan yang ramah, humanis, dan profesional. Ia menilai kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi medis, tetapi juga etika profesi, kedisiplinan, komunikasi, serta kepedulian terhadap pasien.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber