
Kota Malang, blok-a.com – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, memasuki hari kelima, Minggu (25/10/2026). Petugas gabungan kini memusatkan pemadaman di sisi barat zona old sanitary landfill atau area lama timbunan sampah.
Sebelumnya, pada hari ketiga pemadaman, Jumat (23/10/2026), titik api berintensitas tinggi masih ditemukan di bagian tengah zona old sanitary landfill. Sementara itu, titik panas juga terpantau di sejumlah area lain, meski intensitas api di sisi barat dan selatan mulai menurun.
Di tengah upaya pemadaman tersebut, hujan yang mengguyur Kota Malang pada Sabtu (24/10/2026) malam membantu mengurangi sebaran titik api. Meski demikian, air hujan belum sepenuhnya meresap ke bagian dalam timbunan sampah sehingga sejumlah titik panas masih bertahan.
Kondisi ini juga menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang. Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di kawasan permukiman dan lahan terbuka.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan operasi pemadaman pada hari kelima dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Pemilihan waktu tersebut mempertimbangkan kondisi angin yang dapat membawa asap pekat saat siang hari, sekaligus medan di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.
“Memanfaatkan kondisi hujan yang terjadi, tim melakukan upaya pemadaman di zona barat old sanitary landfill. Area ini merupakan titik awal terjadi kebakaran, dimana api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di seberang sungai luar TPA Supit Urang,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari petugas Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, DLH Kabupaten Malang, serta relawan.
Pandu menyebut, sembilan unit armada pemadam kebakaran turut diterjunkan bersama dua alat berat berupa ekskavator dan buldozer. Selain menggunakan armada pemadam, petugas juga melakukan penguraian timbunan sampah secara manual untuk menjangkau titik api yang masih tersembunyi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber