
Memasuki hari kelima, upaya pemadaman kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, masih berjalan. Kepulan asap yang muncul mengindikasikan adanya bara tersembunyi di sejumlah kawasan timbunan sampah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung penanganan kebakaran di TPA Supiturang pada Minggu (25/10/2026). Khofifah menyampaikan bahwa meski dari luar hanya terlihat asap, potensi bara api di bagian dalam tumpukan sampah masih sangat membahayakan.
“Kami masih melihat asap yang di dalamnya ada potensi sekam atau bara. Nah, kalau disiram dari (bagian) atas tanpa hujan signifikan, di bagian dalam masih ada bara,” ujar Khofifah di hadapan awak media, Minggu (25/10/2026).
Ia juga mengatakan, Pemprov Jatim telah mengalihkan bantuan helikopter water bombing ke Malang untuk mempercepat pemadaman di TPA Supiturang. Meski sebenarnya akses helikopter ini sangat terbatas karena keperluan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah.
“Hari ini ada water bombing yang tidak mudah untuk mendapatkannya karena sekian banyak daerah membutuhkan. Kami baru mendapat dukungan ini (helikopter water bombing) tanggal 23 (Oktober 2026) kemarin jam 11 siang,” kata Khofifah.
“Rencananya hari ini untuk karhutla di gunung, tapi setelah didiskusikan bersama Pak Sekda yang berada di lokasi, sumber asap di Supiturang sangat banyak (jadi diutamakan),” sambungnya.
Menurutnya, penanganan manual menggunakan selang sangat berisiko tinggi bagi para petugas dan relawan di lapangan ketika harus berada di gundukan sampah yang labil. Keamanan dan keselamatan petugas lapangan ini menjadi salah satu alasan bantuan udara dikerahkan untuk penanganan kebakaran TPA Supiturang.
“Kalau ada tumpukan sampah dan relawan berada di atasnya, sangat mungkin di bawah ada bara dan kalau amblas itu berbahaya. Penyelamatan dan keselamatan relawan tetap nomor satu,” terang Khofifah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber