RRI.CO.ID, Malang- Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu mengantisipasi dampak kekeringan berkepanjangan, termasuk risiko kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam pelaksanaannya, kondisi atmosfer, khususnya potensi pertumbuhan awan, menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum operasi dilakukan.
Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Faris, menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tidak terlepas dari analisis kondisi atmosfer. Sebelum operasi dijalankan, pihak pelaksana umumnya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui apakah kondisi cuaca mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Faris, BMKG berperan dalam memberikan pertimbangan berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer dan potensi pertumbuhan awan. Informasi tersebut diperlukan untuk menilai peluang pelaksanaan modifikasi cuaca agar upaya yang dilakukan sesuai dengan kondisi meteorologis yang terpantau.
“Biasanya untuk dilakukan modifikasi cuaca, teman-teman yang melakukan, entah dari BNPB atau Kementerian Kehutanan, serta pemangku kepentingan lain, biasanya konsultasi juga dulu dengan operatornya, yaitu BMKG,” ujar Faris dalam wawancara melalui sambungan telepon di Pro 2 RRI Malang, Senin (28/10/2026).
Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir terdapat potensi pertumbuhan awan yang dapat menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
“Kebetulan di akhir-akhir ini kita melihat ada potensi pertumbuhan awan. Ibaratnya, bahan bakunya sudah ada,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca mempertimbangkan ketersediaan kondisi atmosfer yang mendukung. Dengan demikian, operasi tidak hanya berkaitan dengan upaya mendatangkan hujan, tetapi juga memerlukan penilaian terhadap peluang terbentuknya hujan berdasarkan perkembangan cuaca.
Faris juga menegaskan bahwa hujan yang terjadi di suatu wilayah perlu dipahami dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer secara keseluruhan. Adanya operasi modifikasi cuaca bukan berarti seluruh hujan yang turun semata-mata disebabkan oleh kegiatan tersebut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber