Kediri (ANTARA) – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan kegiatan Kediri Financial Festival (Finfest) 2026 yang digelar berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri berpotensi memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Kediri, Minggu mengemukakan kreativitas di era digital berpotensi dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan mengelola keuangan, akses permodalan yang aman, serta pemahaman mengenai legalitas dan keberlanjutan usaha.

“Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha kreatif diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi, tetapi juga meningkatkan literasi keuangan dan mengoptimalkan akses terhadap layanan keuangan resmi, mulai dari perbankan digital, investasi, hingga perlindungan usaha,” katanya di Kediri.

Menurut dia, Finfest juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal produk dan layanan keuangan sekaligus mengaksesnya secara langsung, seperti membuka rekening tabungan, memperoleh pembiayaan, dan berinvestasi.

Wali Kota berharap kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri, OJK, dan lembaga jasa keuangan dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) itu dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan Finfest telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima sejak pertama kali digelar pada 2022.

Menurut dia, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal.

Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, transaksi selama dua hari pameran tercatat mencapai Rp5,7 miliar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *