SURYA.co.id, Madiun – Misteri hilangnya seorang perempuan asal Bogor, Dini Hardiyanti (34) dan putranya yang masih balita, AG (4), di Kota Madiun mulai menemukan titik terang.

Setelah lebih dari sebulan menghilang sejak 20 September 2026, penyelidik dari Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap indikasi kuat adanya dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan hilangnya nyawa korban.

Tim Jatanras Polda Jatim kini turut membantu Satreskrim Polres Madiun Kota memburu seorang pria berinisial DBM, yang diketahui merupakan suami siri korban dan saat ini masih berstatus buron.

Kasus hilangnya Dini Hardiyanti dan anaknya menjadi perhatian serius aparat kepolisian setelah berbagai temuan lapangan mengindikasikan adanya unsur pidana.

Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Muhammad Fauzi, mengatakan pihaknya melakukan backup penyelidikan kepada Satreskrim Polres Madiun Kota untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

Menurut Fauzi, hasil awal penyelidikan yang dilakukan penyidik mengarah pada dugaan penghilangan nyawa terhadap korban.

“Hasil awal penyelidikan kami kayaknya mengarah pada penghilangan nyawa korban. Tapi kami masih kembangkan lagi penyelidikan ini untuk kerja yang bersangkutan, karena masih buron,” ujarnya saat dihubungi SURYA.co.id pada Minggu (25/10/2026).

Penyidik menduga sosok yang terakhir bersama korban adalah DBM, warga Kota Madiun yang disebut memiliki hubungan sebagai suami siri korban.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *