
Bojonegoro (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur meminta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) berdampak pada kebutuhan riil masyarakat setempat.
“Perencanaan kegiatan program TJSL harus didasarkan atas kebutuhan riil masyarakat dan memberikan dampak, namun tatakelolanya harus benar,” kata Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, Rabu.
Wahono menyampaikan pentingnya sinkronisasi program TJSL dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Supaya perencanaan investasi sosial BUMD PT ADS menjadi lebih presisi, fokus dan tidak berganti-ganti di tengah jalan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mochlasin Affan mengingatkan dalam pelaksanaan program TJSL PT ADS tidak hanya bersifat seremonial, namun berorientasi pada perbaikan lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Rencana-rencana strategis yang sudah dibuat dapat dituangkan dalam peraturan daerah melalui pembaruan dan penyesuaian regulasi yang sudah ada,” terangnya.
Direktur Utama (Dirut) BUMD PT ADS, Mohammad Kundori mengatakan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD) program TJSL tahun 2027 ini untuk meminta saran, masukan dan gagasan strategis supaya memantapkan arah kebijakan investasi sosial perusahaan ke depan.
Perencanaan program TJSL PT ADS tahun 2027 mendatang diprioritaskan penguatan UMKM dan koperasi serta pelestarian lingkungan hidup. Serta sejalan dengan arah pembangunan Pemkab Bojonegoro, PT ADS juga berkomitmen mendukung sektor pertanian, peternakan, sosial budaya, olahraga dan penyediaan infrastruktur publik.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber