
Foto Bersama Gubernur Jatim Dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026 —
BLIMBING, DISWAYMALANG.ID — Prevalensi stunting di Jawa Timur tercatat sebesar 14,7 persen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan pendampingan keluarga untuk mencegah stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Khofifah menyampaikan hal tersebut dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026 di Harris Hotel Kota Malang, Senin (26/10/2026).
Menurut Khofifah, stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak anak. Karena itu, upaya pencegahannya perlu dilakukan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, intervensi gizi, serta pendampingan terhadap ibu hamil, bayi, dan balita.

Gubernur Jawa Timur saat menghadiri dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026. –halim/diswaymalang
“Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi stunting di Jawa Timur telah mencapai 14,7 persen. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan angka stunting terendah kedua di Indonesia setelah Bali,” ujarnya.
Khofifah mengapresiasi peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama berbagai organisasi perempuan dalam mendampingi masyarakat. Kolaborasi tersebut melibatkan Bhayangkari, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), dan Dharma Wanita Persatuan.
Selain kesehatan ibu dan anak, Khofifah menyoroti tantangan pengasuhan di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penggunaan gadget oleh anak, termasuk usia balita, memerlukan pengawasan orang tua agar mereka tidak terpapar informasi dan konten yang belum sesuai dengan tahap perkembangannya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber