:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jombang-Hujan-merupakan-dampak-dari-Operasi-Teknologi-Modifikasi-Cuaca-TMC.jpg)
SURYA.co.id, JOMBANG – Hujan ringan hingga sedang yang mengguyur 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak awal pekan ini belum menandai dimulainya musim hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang menyebut hujan tersebut berkaitan dengan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan rekayasa cuaca dilakukan sebagai langkah darurat untuk memicu hujan lokal di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya ancaman kebakaran di sejumlah wilayah Jawa Timur.
“Operasi rekayasa cuaca ini digagas pemerintah provinsi untuk memicu hujan lokal agar titik api tidak kian meluas,” kata Wiku saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (28/10/2026).
Menurut Wiku, operasi TMC dilakukan untuk mengurangi potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA).
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di Jawa Timur antara lain kawasan Gunung Bromo, Gunung Arjuno, dan Malang.
Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca panas yang masih menyelimuti sejumlah daerah.
Hujan yang turun di Jombang diharapkan membantu mengurangi risiko kebakaran, meskipun tidak serta-merta menandakan berakhirnya musim kemarau.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber