JAKARTA (Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menghentikan pembangunan rumah kos enam lantai di kawasan Kandangan Jaya, Kecamatan Benowo, setelah ditemukan dugaan pelanggaran perizinan dan

Di sebuah gang sempit di kawasan Peneleh, Surabaya, sejarah pergerakan kebangsaan pernah menemukan denyutnya. Di rumah HOS Tjokroaminoto, Soekarno muda menempa pemikiran dan merajut cita-cita kemerdekaan. Semangat yang sama kemudian menemukan momentum bersejarah pada 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.

Sembilan puluh delapan tahun berselang, medan perjuangan telah berubah. Anak muda tidak lagi dituntut mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan. Namun, ada perjuangan lain yang tidak kalah mendasar: memperoleh pekerjaan layak, membangun usaha mandiri, memiliki penghasilan stabil, dan mendapatkan kesempatan untuk hidup bermartabat di kota kelahirannya sendiri.

Bagi Surabaya yang menyandang predikat Kota Pahlawan, pertanyaan penting pada momentum Sumpah Pemuda 2026 bukan sekadar seberapa lantang semangat kebangsaan digaungkan. Lebih dari itu, sejauh mana pemerintah kota mampu menerjemahkan semangat tersebut menjadi kebijakan yang membuka masa depan bagi generasi muda.

Secara statistik, kondisi ketenagakerjaan Surabaya menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 9,79 persen pada 2020 menjadi 4,84 persen pada Agustus 2025. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 4,91 persen.

Namun, penurunan pengangguran tidak otomatis menandakan persoalan ketenagakerjaan telah tuntas.

Komposisi pekerja menjadi aspek yang patut dicermati. Porsi pekerja sektor formal disebut turun dari 61,81 persen menjadi 60,73 persen. Pergeseran ini mengingatkan bahwa tantangan Surabaya bukan hanya menyediakan pekerjaan, melainkan juga memastikan pekerjaan tersebut memberikan kepastian penghasilan, perlindungan sosial, dan peluang pengembangan karier.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *