:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Kepala-Desa-Martajasah-Rahmat-memberikan-imbauan-ke-sejumlah-sekolah-di-bangkalan.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sebuah pesan berantai tentang dugaan pelecehan seksual oleh orang tidak dikenal menimpa seorang siswi sebuah madrasah di Desa Martajasah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, beredar luas di sejumlah grup WhatsApp (WA) sejak Rabu (28/10/2026) malam.
Hal ini direspons pemerintah desa setempat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggelar kunjungan untuk memberikan imbauan ke sejumlah sekolah yang berada di kawasan Desa Martajasah, Kamis (29/10/2026).
Dalam pesan berantai itu dituliskan kronologi kejadian berikut nama korban anak perempuan berusia 12 tahun.
Korban sedang dalam perjalan ke madrasah, dicegat seorang pemotor pria, berpura-pura menanyakan nama masjid, hingga mengeluarkan ponsel untuk menunjukkan video tidak senonoh.
Kepala Desa Martasah, Rahmat mengungkapkan, Pemdes Martajasah menilai pesan berantai tersebut sebagai sebuah persoalan yang perlu ditanggapi dengan melakukan koordinasi dengan perangkat desa, sejumlah tokoh masyarakat, serta pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Martajasah.
Dalam imbauannya, pihak tiga pilar desa berharap kepada siswa agar lebih meningkatkan kewaspadaan ketika bertemu dengan pria tidak dikenal yang tiba-tiba mencegat untuk menanyakan sesuatu.
“Kami tidak sebatas mengantisipasi permasalahan dugaan pelecehan saja, khawatirnya juga upaya perampasan barang-barang berharga yang dipakai anak-anak. Imbauan kami tadi ke sekolah-sekolah agar anak-anak ke sekolah tidak perlu membawa ponsel. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dengan harapan, tidak terjadi kejadian kedua kalinya,” tegas Rahmat.
Ia menambahkan, kunjungan ke sekolah-sekolah merupakan bagian dari tindakan preventif setelah pihak pemerintah desa mendapatkan laporan dari salah seorang warga atas kejadian yang menimpa siswi madrasah. Sebagaiamana yang tertera dalam pesan berantai.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber