
Dwi Bagus Martono (40) pembunuh istri siri, Dini Hardiyanti (30), dan anaknya, AGEF (4), sempat kabur ke sebuah padepokan di Jombang, Jawa Timur (Jatim). Selama di tempat persembunyiannya itu, Dwi disebut rutin salat berjemaah hingga mengikuti kegiatan yasinan bersama warga setempat.
Dwi diketahui tinggal di gubuk padepokan selama 12 hari sejak 13 Oktober 2026. Padepokan milik Khoirul Munir (65) ini dikenal sering didatangi orang dari luar daerah untuk mengaji.
Kedatangan Dwi Bagus ke padepokan itu diantar oleh temannya yang berasal dari Kecamatan Mojosari, Mojokerto. Namun hanya Dwi Bagus yang memutuskan tinggal di gubuk itu. Sedangkan temannya pergi setelah mengantarnya.
“Di sini 12 hari, sekitar 12 hari,” kata Kepala Dusun Cangkringan Ulfa Ma’rufa dilansir detikJatim, Jumat (30/10/2026).
Dwi Bagus tidak pernah melapor kepada ketua RT maupun RW selama bersembunyi di sana. Namun warga setempat mengetahui keberadaannya karena sering salat berjemaah di masjid.
“Selama 12 hari, kegiatan orangnya itu ya waktunya salat ya salat, ikut yasinan juga. Sebenarnya kelihatannya orangnya itu baik,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber