/data/photo/2026/10/29/6ae363d19a940.jpg)
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Polisi mengungkap jaringan lama penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang kembali beroperasi di Banyuwangi, Jawa Timur.
Jaringan tersebut diduga mengumpulkan solar dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banyuwangi dan Bali, serta memasok bahan bakar dari kapal yang berada di wilayah Banyuwangi.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Komisaris Lanang Teguh Pambudi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, jaringan tersebut sempat berhenti beroperasi sebelum kembali menjalankan aktivitasnya sekitar dua bulan terakhir.
“Sampai saat ini hasil pemeriksaan kami dapatkan fakta bahwa berjalan kurang lebih dua bulan, namun hasil penyelidikan lapangan di mana ini merupakan jaringan lama yang dulu pernah off, namun sekarang mereka berhasil main,” kata Lanang dalam konferensi pers di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (29/10/2026).
Polisi kini menelusuri sumber pasokan solar yang dikumpulkan jaringan tersebut. Sebagian bahan bakar diduga berasal dari kapal, sedangkan pasokan lainnya diperoleh dari sejumlah SPBU yang tersebar di Banyuwangi dan Bali.
Lanang mengatakan, aktivitas jaringan tersebut berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat. Pasalnya, solar subsidi yang seharusnya disalurkan kepada konsumen yang berhak diduga dialihkan untuk diperjualbelikan kembali.
“Pastinya dengan aksi mereka ini memunculkan potensi kelangkaan minyak yang terjadi beberapa saat ini, sehingga hal seperti ini memang perlu harus dilakukan penindakan dan penegakan hukum,” ujar Lanang.
Selain menelusuri sumber pasokan, polisi juga mendalami dugaan penggunaan dokumen palsu untuk memasarkan solar tersebut sebagai BBM industri.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber