
Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan, Haidar Ansori, menilai generasi muda Madura memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal sekaligus meneruskan semangat perjuangan para tokoh bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Haidar dalam kegiatan Sarasehan Budaya sekaligus Temu Tokoh, Pemuda, dan Budayawan Madura di Monumen Arek Lancor, Pamekasan, yang mengangkat tema “Dari M. Tabrani untuk Indonesia” dalam rangka mempringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Rabu kemarin.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya mengenal sejarah dan kebudayaan daerah, tetapi juga harus mampu menghidupkannya melalui gagasan, kreativitas, dan kegiatan positif yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pemuda Madura harus mampu menjadi penggerak dalam menjaga budaya dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para tokoh terdahulu. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus kita rawat dan kembangkan untuk masa depan,” ujarnya.
Haidar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) dan Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) atas sinergi dan kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Haidar berharap sarasehan budaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang pertemuan gagasan antara tokoh, pemuda, jurnalis, dan budayawan untuk melahirkan langkah nyata dalam menjaga kebudayaan Madura.
“Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut. Pemuda perlu dilibatkan secara aktif agar memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan berkontribusi dalam memajukan kebudayaan Madura,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua AJP, M. Khairul Umam, mengatakan kegiatan itu digelar untuk mengenang perjuangan M. Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang dikenal sebagai pelopor penggunaan nama Bahasa Indonesia dan memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya bahasa persatuan bangsa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber