
JOMBANG – Halaqah Santri Digital Jawa Timur memasuki tahun kedua dengan fokus baru: memperkuat perlindungan santri dari perundungan.
Digelar di Hotel Azana Jombang, Kamis (29/10), forum kolaborasi Pemprov Jatim dan Dunia Santri Community (DSC) ini mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman, sekaligus memperkuat literasi digital dan budaya saling menghormati.
Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Adpim Setdaprov Jatim Dr. Zainal Muttaqin, S.Kom., M.I.Kom., M.M., CPR., dalam laporan acara menyampaikan, kegiatan tahun ini merupakan kelanjutan forum serupa pada 12–13 Desember 2025 di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya.
Pada penyelenggaraan pertama, halaqah mengangkat tema Penguatan Komunikasi Publik Pesantren di Era Digital dan menghasilkan tujuh rekomendasi strategis.
Di antaranya penguatan adab komunikasi digital, peningkatan kapasitas santri, serta pengembangan jejaring media pesantren.
”Tahun ini, perhatian diarahkan pada upaya membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.
Santri diharapkan memiliki ruang aman untuk belajar, bertanya, mengembangkan kemampuan, hingga menyampaikan persoalan tanpa takut direndahkan atau diintimidasi,” ujar Zainal.
Kegiatan yang diselenggarakan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur bersama DSC ini dirancang melalui seminar panel, dialog, serta perumusan rekomendasi dan rencana tindak lanjut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber