:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Siasat-Bagus-Sembunyi-Usai-Bunuh-Istri-dan-Anak-di-Madiun-Warga-Tak-Curiga-dan-Sempat-Ikut-Yasinan.jpg)
SURYA.co.id, JOMBANG – Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus dugaan pembunuhan istri siri dan putra sambungnya di Madiun, Jawa Timur, sempat menjalani pelarian selama hampir dua pekan di sebuah pondok di Kabupaten Jombang.
Selama bersembunyi, ia disebut menggunakan nama samaran Aminullah untuk menyamarkan identitasnya.
Ia juga menjalani sejumlah aktivitas sehari-hari di sekitar tempat persembunyian, termasuk salat dan mengikuti kegiatan yasinan bersama warga.
Kehadirannya tidak langsung memicu kecurigaan karena warga menilai perilakunya tampak normal.
Di sisi lain, Tim Jatanras Polda Jawa Timur terus menelusuri keberadaan Dwi Bagus setelah penyelidikan hilangnya Dini Hardiyanti (30) dan anak berinisial AG (4) mengarah kepadanya.
Pengejaran itu membawa penyidik ke lima lokasi di sejumlah daerah sebelum menemukan tersangka di Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Jombang.
Penyidik kini mendalami dugaan keterlibatannya dalam hilangnya kedua korban sejak September 2026, termasuk dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa tersebut.
Pelarian Dwi Bagus menjadi perhatian penyidik setelah keberadaannya tidak diketahui oleh keluarga korban maupun keluarganya sendiri. Ketika polisi mendatangi tempat tinggalnya di Jalan Doho dan Jalan Kunir, Madiun, tersangka sudah tidak berada di lokasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber