
jatimnow.com – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demontrasi di depan Kantor DPRD Jember. Terdapat 18 tuntutan yang mereka suarakan termasuk minta dihentikannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat. Mulai dari persoalan pendidikan, eksploitasi lingkungan, ketidakadilan ekonomi, penegakan HAM, hingga dugaan semakin meluasnya dominasi militer di ranah sipil.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Indonesia Sadar, Muhammad Dhiya’ul Haq, mengatakan 18 tuntutan tersebut merupakan hasil penghimpunan keresahan mahasiswa yang kemudian dikolaborasikan dengan berbagai elemen masyarakat.
Tuntutan itu dibagi dalam enam sektor, yakni pendidikan, lingkungan, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), politik kebijakan, ekonomi, serta kesehatan.
“Sebanyak 18 tuntutan ini lahir dari keresahan-keresahan yang sudah dihimpun teman-teman mahasiswa, kemudian berkolaborasi dengan elemen masyarakat. Kami menghimpun berbagai persoalan itu dan melahirkan 18 tuntutan dari enam bidang,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Dia menilai terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Salah satunya menyangkut ketidakadilan dan kondisi masyarakat yang dinilai belum mendapatkan keberpihakan kebijakan.
“Kami melihat kondisi Indonesia dan dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran. Ada banyak hal yang harus disuarakan, mulai dari ketidakadilan, ketertindasan masyarakat, persoalan lingkungan, keracunan, supremasi sipil, sampai militerisme yang sudah masuk ke ranah-ranah sipil,” tuturnya.
Dalam sektor pendidikan, mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Mereka juga menuntut pemerintah mewujudkan pendidikan gratis, meningkatkan kesejahteraan guru honorer, serta melakukan pemerataan fasilitas pendidikan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber