
PamorĀ batu akik yang bertebaran di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, kian meredup.
Para pedagang yang dulu bisa laris jualan batu akik hingga jutaan rupiah kini harus tetap bersyukur dengan pendapatan Rp50 ribu.
Salah satu pedagang, Masril (59), membandingkan pembeli batu akik saat ini dengan tahun 2014 llu. Masril mengaku dulu bisa menjual dengan harga puluhan juta, tapi kini cuma Rp50 ribu.
“Sampai puluhan juta, sampai nggak tahulah, begitu. Sekarang boro-boro, Rp50 ribu aja udah susah. Buat makan aja sekarang susah kalau pedagang batu,” kata Masril saat ditemui di Pasar Rawa Bening, Sabtu (31/10), dikutip detikcom.
Masril mengatakan pembeli batu akik di Pasar Rawa Bening mulai menurun pada 2017. Kemudian semakin sepi pembeli pada masa pandemi Covid-19.
“Sekarang ya boro-boro, paling Rp100 ribu, Rp50 ribu, udah untung-untung banget gitu,” ujarnya.
Masril berjualan batu akik di Pasar Rawa Bening sejak 2014. Dia mengaku tak punya pilihan selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup.
Masril menilai penurunan pembeli di Pasar Rawa Batu Akik terjadi juga karena kondisi ekonomi masyarakat. Saat ini pembeli batu akiknya per hari kian tak menentu.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber