November bukan hanya menjadi bulan peringatan Hari Pahlawan. Sejumlah kabupaten di Jawa Timur juga memperingati hari jadinya pada bulan ini. perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah, perkembangan budaya, dan pembangunan di masing-masing daerah.

Mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan, setiap kabupaten memiliki kisah tentang asal-usul serta peran para tokoh dalam membangun daerahnya. Peringatan hari jadi pun menjadi momen untuk menghargai perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah.

Beberapa kabupaten di Jawa Timur memperingati hari jadinya pada November. Momen ini menjadi kesempatan untuk menelusuri perjalanan sejarah, mengenang jasa para pendiri, serta memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah masing-masing. Berikut daftar daerah tersebut.

Melansir laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, wilayah ini dahulu dikenal dengan nama Pamellengan atau Pamelingan. Wilayah tersebut diperkirakan memerdekakan diri dari Kerajaan Majapahit sekitar 1478, ketika kerajaan itu mulai runtuh.

Pemerintahannya kemudian dipimpin oleh sejumlah keturunan kerajaan hingga Pangeran Ronggo Sukowati naik takhta. Sejak masa pemerintahannya, wilayah ini mulai dikenal dengan nama Pamekasan.

Ia juga memindahkan pusat pemerintahan dari Labangan Daja ke Mandhilaras dan membangun sejumlah fasilitas yang menjadi bagian dari tata kota Pamekasan hingga sekarang. Pangeran Ronggo Sukowati dikenal sebagai raja pertama Pamekasan yang memeluk agama Islam.

Hari Jadi Kabupaten Pamekasan diperingati setiap 3 November, merujuk pada tanggal naik takhtanya Pangeran Ronggo Sukowati, yakni 12 Rabiul Awal 937 Hijriah atau 3 November 1530. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi melalui Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2004.

Peringatan hari jadi tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga untuk menjaga kelestarian budaya lokal. Salah satu upayanya adalah penggunaan bahasa Madura dalam upacara hari jadi sebagai bentuk pelestarian bahasa daerah dan jati diri masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *