
Radar Jember – Komoditas Kopi di wilayah Tapal Kuda tak bisa dianggap sebelah mata. Terutama Jember dan Bondowoso. Bondowoso dengan gaungnya Bondowoso Republik Kopi (BRK) andalannya Arabika Ijen. Sedangkan Jember dengan Robusta Argopuronya.
Kini branding dua kabupaten ini terus berjalan, kedua kopi itu punya ciri khas masing-masing. Lantas sekarang, branding kopi itu sudah berjalan sampai mana dampaknya?
Kabupaten Jember mengklaim sebagai pusat kopi robusta terbaik di Indonesia beberapa tahun lalu.
Kopi robusta Jember memiliki cita rasa yang khas karena ditanam di sekitar pegunungan yang berada di kabupaten setempat seperti Gunung Raung dan Argopuro yang dapat menghasilkan kualitas kopi yang terbaik.
Secara historis, kopi sudah dibudidayakan di wilayah Jember sejak 300 tahun yang lalu dan merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat Jember.
Luas areal kopi robusta Jember mencapai sekitar 18.000 hektare dengan produksi lebih dari 11.000 ton setiap tahun, bahkan potensi lahan untuk pengembangan kopi robusta mencapai sekitar 32.000 hektare yang tersebar di hampir semua kecamatan di kabupaten setempat.
Sementara itu, Kabupaten Bondowoso juga merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. 60 persen kopi arabika di Jawa Timur dihasilkan dari pegunungan Ijen-Raung dengan luas lahan saat ini 68,73 hectare.
Kopi arabika Bondowoso merupakan satu-satunya produk kopi spesialis (kopi blue mountain) di Jawa Timur yang telah mendapatkan sertifikat perlindungan hak indikasi-geografis pada tahun 2013.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber