:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim-timur/foto/bank/originals/BANJIR-LAHAR-Kondisi-debit-air-dan-DAS-Curahkobooan.jpg)
TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang – Banjir lahar Gunung Semeru menerjang daerah aliran sungai (DAS) Glidik di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi.
Aliran deras yang membawa material vulkanik tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 WIB. Dampaknya, tanggul di Desa Pororejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, jebol.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi, mengatakan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun menyebabkan rumah warga terdampak.
Yudhi menjelaskan, banjir lahar dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan Gunung Semeru sejak Minggu (1/11/2026). Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai membawa material vulkanik dari gunung.
Berdasarkan pantauan, gelombang getaran (amak) gunung mencapai angka 65. Meski terjadi banjir lahar, BPBD menyebut belum ada peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
“Serta membawa material dari Gunung Semeru. Namun aktivitas Gunung Semeru tidak ada peningkatan,” bebernya.
Selain menyebabkan tanggul jebol, banjir di DAS Glidik juga mengakibatkan akses jalan dari Pororejo menuju Dusun Tamansari, Desa Kaliwuling, Kecamatan Tempursari, Lumajang, terputus.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat, terutama para penambang yang beraktivitas di kawasan DAS Semeru, untuk sementara waktu menghentikan kegiatan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber