:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Air-meluap-rel-kereta-api-jember.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Jember sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin (2/11/2026) pagi berdampak pada prasarana perkeretaapian.
Tanah di jalur kereta api petak Ledokombo (LDO)-Sempolan (SPL) dilaporkan mengalami gogosan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember langsung melakukan penanganan darurat setelah petugas menemukan kondisi tersebut di Km 10+0/1.
Gogosan merupakan kondisi ketika tanah, pasir, atau batu koral (ballast) di bawah tubuh rel terkikis atau hanyut akibat aliran air deras.
Di jalur antara Kecamatan Ledokombo dan Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Jember, kondisi ini dipicu luapan air yang menggerus tanah di sekitar jalur kereta.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan gogosan diketahui petugas lapangan sekitar pukul 06.00 WIB, Senin (2/11/2026).
“ KAI Daop 9 Jember segera merespons laporan petugas di lapangan dengan melakukan langkah-langkah penanganan darurat,” ujar Cahyo, Senin (2/11/2026).
Sebagai langkah antisipasi, KAI Daop 9 Jember menerapkan Semboyan 3 sebagai tanda bahaya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api yang melintasi wilayah terdampak.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber