Martha Amalia Iflahah (34) Istri tersangka pelaku pembunuhan sadis di Kota Madiun, Jawa Timur mengelak isu yang berkembang di media sosial bahwa ia terlibat aksi pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya.
‎
‎Marta, yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD) dan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu mengaku tidak mengetahui aksi pembunuhan yang dilakukan suaminya itu. Pasalnya, sejak pagi hingga sore hari, ia berada di sekolah untuk mengajar.
‎
‎ “Saat peristiwa itu dilakukan, karena saya seorang guru jadi saya full mengajar disekolah. Saya benar-benar tidak mengetahui peristiwa itu terjadi dan apa yang suami saya lakukan,” kata Marta, saat memberikan keterangan di Mercure Hotel, Senin (2/11/2026) siang.
‎
‎Menurut Marta, sebelum kasus itu terungkap suaminya tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Selain itu, Ia juga tidak mengetahui semua kegiatan suaminya saat berada di halaman belakang rumah yang selama ini mereka tinggali itu.
‎
‎”Kami berinteraksi secara normal selayaknya suami istri tidak ada yang berubah dari gerak gerik dan juga perilaku suami saya. Dan saya pun tidak merasa kecurigaan sama sekali,” jelas Marta.
‎
‎Dalam keterangannya itu, Marta mengaku mengetahui saat suaminya membeli mesin pencacah daging. Tetapi, saat itu Ia tidak bertanya kepada suaminya mesin tersebut akan digunakan untuk apa.
‎
‎ “Beli mesin pencacah itu saya tahu juga. Pada saat mesin itu datang ada dua temanya yang membantu menurunkan tetapi saya tidak tanya itu untuk apa dan bagaimana itu penggunaannya,” tambah Marta.
‎
‎Sebelum kasus pembunuhan itu terbongkar, suaminya itu sempat memberitahukan bahwa telah memiliki istri siri dan saat itu sedang hilang. Tetapi, Marta tidak menaruh curiga hilangnya istri siri dan anaknya itu ternyata akibat dibunuh oleh suaminya itu sendiri.
‎
‎ “Jadi awalnya saya tahu itu di tanggal 10 Oktober 2026, suami saya hanya menceritakan bahwasanya Dia punya wanita lain kemudian sudah menikah siri selama dua tahun. Tapi setelah itu menceritakan bahwasanya istri siri dan anaknya itu hilang,” tutupnya

Blitar, NewsPATROLI.COM – Ruang digital di Jawa Timur sedang hangat memperbincangkan sebuah polemik yang mempertemukan hak kebebasan berpendapat dengan batas…

Blitar, NewsPATROLI.COM – Sidak lokasi yang dilakukan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Blitar pada kasus perdata sengketa kerjasama lahan seluas 10…

Jakarta – News PATROLI.CO – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo dan Karanganyar, Jawa…

Pamekasan – NewsPATROLI.COM – Forum Kota (Forkot) melaporkan enam perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Sumenep ke Bea Cukai Madura. Keenam…

Sidoarjo – News PATROLI.COM – Satres PPA dan PPO Polresta Sidoarjo mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan secara…

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *