
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Selain menyoroti keterbatasan kuota, pemkab juga menemukan indikasi penyalahgunaan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Taufikurrachman menyatakan, pemerintah akan mengajukan tambahan kuota Solar kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut pernah dilakukan pada Juni lalu.
Namun, menurut dia, persoalan antrean BBM tidak semata-mata disebabkan keterbatasan kuota.
Ada dugaan kebocoran distribusi akibat penggunaan surat rekomendasi pembelian BBM yang tidak tepat sasaran.
”Ini masih dugaan, sehingga tim kabupaten melalui bagian perekonomian melakukan pengecekan langsung ke lapangan,” ungkap Taufik.
Dia menjelaskan, pengecekan pernah dilakukan setelah pemkab menerima laporan antrean panjang di sejumlah SPBU pada Jumat (16/10) lalu.
Tim dari bagian perekonomian kemudian turun langsung ke lapangan selama dua hari, mulai Senin–Selasa (19–20/10).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber