
Milenianews.com – Kasus pembunuhan Madiun yang menimpa seorang ibu dan anaknya ramai dibicarakan di media sosial. Di kolom komentar, satu pertanyaan muncul berulang kali: apakah pelakunya mengalami gangguan jiwa? Pertanyaan ini wajar, tetapi jawabannya tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.
Berdasarkan informasi yang beredar, pada 19 September 2026 seorang perempuan berinisial DH datang ke Kota Madiun, Jawa Timur, bersama anak laki-lakinya, AGF. Mereka hendak merayakan ulang tahun sang anak bersama suami siri DH, berinisial DBM (40). Rencana ke Telaga Sarangan batal, sehingga mereka menginap di sebuah hotel di Kota Madiun.
DBM kemudian meninggalkan keduanya di hotel dengan alasan mobilnya rusak. Hal ini diduga memicu kecemburuan dan perselisihan, karena DBM harus membagi waktu dengan istri sahnya.
Pada 20 September 2026, setelah terjadi cekcok, DBM diduga menghabisi DH di kamar hotel. Ia juga diduga menghabisi AGF di lokasi lain karena anak tersebut sempat mengetahui kejadian itu. Setelahnya, tersangka diduga berupaya menghilangkan jejak.
Keluarga korban di Bogor melapor kehilangan ke Polres Madiun Kota. DBM sempat ikut melapor dan memberikan keterangan palsu. Polisi curiga setelah memeriksa rekaman CCTV hotel, lalu status penyelidikan naik menjadi pembunuhan.
Pada 25 Oktober 2026, Tim Jatanras Polda Jawa Timur menangkap DBM di Kabupaten Jombang. Polisi menggelar prarekonstruksi di tiga lokasi pada 27 Oktober 2026. Tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
Menurut Polda Jawa Timur, pemeriksaan awal terhadap tersangka menunjukkan tingkat kecerdasan yang baik. Tersangka disebut menyukai teka-teki serta tayangan bergenre intelijen, detektif, dan horor.
Yang paling penting bagi publik: hasil pemeriksaan sementara menyatakan tidak ada indikasi gangguan kejiwaan berat, dan tersangka dinilai sadar. Selama penyidikan, kondisi psikologisnya terpantau stabil, meski ia dilaporkan sering menangis. Sebagai pendekatan humanis, polisi sempat mempertemukannya dengan istri sahnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber