Pengamat intelijen mengurai ada 2 motif yang paling memungkinkan bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo mantan Kapolri menyadap ponsel Prabowo Subianto Presiden RI adalah karena pemerasan atau kepentingan politik.

Ridlwan Habib Direktur Indonesia Intellegence Institut saat mengudara dalam program Wawasan Polling Radio Suara Surabaya menerangkan, dalam teori intelijen ada 4 motif yang melatarbelakangi tindakan seseorang. Menurutnya 2 poin yang tidak mungkin menjadi alasan Listyo dan tersangka lain adalah karena uang dan ideologi.

“(2 motif yang memungkinkan) coercion (paksaan) ini menyadap mencari data orang untuk dipakai melakukan pemerasan atau pengancaman yang itu nanti bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi saya kira bisa masuk. (lalu) ego, yang kelompok atau seseorang punya motif pribadi ingin punya jabatan politik atau yang lain, ini saya kira juga mungkin,” bebernya menanggapi kasus penyadapan, Kamis (5/11/2026).

Menurut pengamat terorisme Universitas Indonesia itu, lazimnya penyadapan terhadap pimpinan negara itu dilakukan pada negara lawan untuk kepentingan negaranya sendiri. Namun Listyo melakukan penyadapan di negaranya untuk kepentingan kelompoknya.

Ia menilai, kepolisian harus mendalami penuh data hasil sadapan untuk siapa, ujung rantai distribusinya, hingga tujuan pengolahan datanya. Karena penyadapan memakai Lawful Interception Management System (LIMS) sistem resmi Polri itu, seharusnya hanya boleh dilakukan terhadap nomor yang dipakai untuk kejahatan misalnya terorisme dan peredaran gelap narkotika.

PT RADIO FISKARIA JAYA SUARA SURABAYA, Suara Surabaya Media www.suarasurabaya.net adalah portal berita yang berdiri sejak tahun 1999, bagian dari Suara Surabaya Media yang lahir sejak 11 Juni 1983

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *