Bupati Ipuk Fiestiandani menyalami keluarga mendiang Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar saat menghadiri haul Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Minggu (21/6). (Dini for Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri suatu acara di Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Minggu (21/6) lalu. (Dini for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Inflasi Banyuwangi berhasil dijaga di level 2,69 persen per September 2026. Angka tersebut menjadi yang terendah di Jawa Timur, bahkan berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional. Capaian ini tidak lepas dari strategi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mulai dari menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, hingga keterjangkauan harga di pasar.

Berdasarkan data inflasi tahunan atau year on year (y-o-y) September 2026, inflasi Banyuwangi tercatat sebesar 2,69 persen. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Timur yang mencapai 3,33 persen dan rata-rata nasional sebesar 3,28 persen.

Posisi tersebut menempatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan inflasi terendah di Jawa Timur. Pemerintah kabupaten menilai keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak bisa dilakukan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan koordinasi berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, pengendalian inflasi merupakan hasil kerja bersama atau supertim. Kolaborasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sektor produksi di hulu, distribusi, hingga memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga inflasi daerah,” ujar Ipuk, Kamis (5/11).

Menurut Ipuk, koordinasi lintas sektor menjadi penting agar setiap kebijakan pengendalian inflasi tidak berhenti sebagai rencana, tetapi dapat segera dieksekusi sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu upaya memperkuat pengendalian inflasi dilakukan melalui forum high level meeting (HLM) TPID Banyuwangi. Pertemuan tersebut digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Jumat (30/10).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *