:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Produksi-Cabai-Kediri-Berpotensi-Besar-Krisis-Air-Jadi-Tantangan-Petani.jpg)
SURYA.co.id, KEDIRI – Kabupaten Kediri menjadi salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur dengan potensi ekonomi yang besar.
Namun, di balik potensi komoditas tersebut, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari krisis air saat kemarau, tingginya biaya produksi, hingga ketergantungan terhadap pupuk non-subsidi.
Persoalan tersebut salah satunya dirasakan petani cabai di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung.
Perubahan iklim yang membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan sulit diprediksi berdampak langsung terhadap kebutuhan pengairan tanaman.
Selain ketersediaan air, keberlanjutan usaha tani cabai di wilayah ini juga dihadapkan pada persoalan permodalan, pembibitan, hingga regenerasi petani.
Di wilayah ini, petani masih berupaya mempertahankan produktivitas di tengah perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.
Kemarau berkepanjangan menjadi tantangan serius karena tanaman cabai membutuhkan pasokan air yang cukup untuk tumbuh dan menghasilkan buah secara optimal.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Aneka Makmur, Sumeri mengungkapkan bahwa dampak kemarau panjang paling terasa pada meningkatnya biaya pengairan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber