:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/PELATIHAN-LAS-Disoperinaker-Bangkalan-menggelar-program-pelatihan-Tailor-Made.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Bangkalan terus memperuat ekonomi berkelanjutan pada setor pertanian, dan Kawasan industri kemaritiman.
Sebagai salah satu kabupaten penyangga ketahanan pangan di Jawa Timur, Bangkalan tidak berhenti pada upaya pengembangan strategi, modernisasi rantai pasok, hingga peningkatan produksi namun juga menggerakan sektor pertanian menuju terwujudnya ekosistem perekonomian.
Sebagaimana sektor industri kemaritiman yang terus tumbuh subur dengan mengusung konsep green economy; rendah emisi, serapan tenaga kerja, dan menjaga lingkungan berkelanjutan.
Konsep ekosistem perekonomian dan green economy (ekonomi hijau) mempunyai korelasi erat dan saling melengkapi. Di mana ekonomi hijau merupakan pendekatan operasional untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon, hemat sumber daya alam, dan inklusif secara sosial.
Sementara ekosistem perekonomian berkelanjutan merupakan terjadinya interaksi seluruh pelaku mulai dari pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, serta masyarakat dalam sistem ekonomi yang mampu bertahan lama tanpa menguras atau merusak daya dukung lingkungan.
Sektor pertanian inilah yang dalam dua tahun terakhir kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Bangkalan, Lukman Hakim-Moch Fauzan Ja’far yang terus didorong agar bertansformasi dari sekedar capaian peningkatan produksi menuju terbentuknya ekosistem perekonomian.
“Kami mengusung tema tentang ketahanan pangan karena secara kultur dan potensi yang ada cukup menarik ketika mau dikembangkan dalam program kerja ekonomi berkelanjutan,” ungkap Lukman kepada Tribun Madura, Kamis (5/11/2026).
Sektor pertanian Kabupaten Bangkalan dalam 13 bulan terakhir berhasil mencatatkan pertumbuhan di angka 5,15 persen dari target yang diproyeksikan Lukman di angka 8 persen.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber