
Banyuwangi (beritajatim.com) – Angka kemiskinan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, turun menjadi 5,6 persen pada 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan pada 2025 yang tercatat sebesar 6,13 persen.
Penurunan sebesar 0,53 poin persentase dalam setahun terakhir itu melanjutkan tren positif selama lima tahun terakhir. Pada 2021, angka kemiskinan Banyuwangi masih berada di level 8,07 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 7,51 persen pada 2022, 7,34 persen pada 2023, 6,54 persen pada 2024, dan 6,13 persen pada 2025.
Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam menjelaskan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 91.570 orang. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 8.560 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian itu sekaligus menjadikan tingkat kemiskinan Banyuwangi pada 2026 sebagai yang terendah sejak 2004.
Penurunan kemiskinan tidak hanya terlihat dari berkurangnya persentase dan jumlah penduduk miskin. BPS juga mencatat penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
“Hal ini menunjukkan perbaikan kondisi kemiskinan, baik dari sisi rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan maupun ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin,” jelas Abdus Salam.
Ia menjelaskan, indeks P1 menggambarkan seberapa jauh rata-rata pengeluaran penduduk miskin dari garis kemiskinan. Sementara itu, P2 menunjukkan tingkat kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
“Kedua indeks ini penting untuk melihat kondisi kemiskinan lebih mendalam, guna merancang program penanggulangan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber