BATU, RADAR BATU – Malang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan destinasi wisatanya, tetapi juga memiliki potensi kopi yang telah dikenal hingga pasar mancanegara. Untuk kembali mengangkat komoditas tersebut, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menyiapkan Malangopi Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Dilansir dari Malang Post, salah satu potensi kopi tersebut berasal dari kawasan Kabupaten Malang yang memiliki sejumlah sentra perkebunan. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Dampit. Kopi Dampit bahkan telah dikenal di pasar mancanegara dan menjadi salah satu produk unggulan dari wilayah tersebut.

Meski memiliki potensi pasar yang cukup besar, pengembangan kopi Malang masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan hingga pemasaran agar hasil perkebunan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyebut kopi asal Malang telah mendapat pengakuan di pasar dunia. Namun, pengembangan komoditas tersebut masih membutuhkan program kerja yang melibatkan berbagai pihak.

“Kopi dari Malang sudah diakui dunia. Buktinya dari angka ekspor kopi dari Malang,” ujar Lathifah.

Melalui Malangopi Fest 2026, Bakorwil III Malang ingin mempertemukan petani, pelaku usaha, UMKM, pemilik kedai kopi, serta komunitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi pelaku kopi lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan usaha.

Ketua Pelaksana Malangopi Fest 2026, Aditya Candra, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai agenda tahunan agar pengembangan kopi di Malang dapat terus berlanjut.

“Kita konsepnya dijadikan event rutin tahunan. Agar keberlanjutannya bisa kita jaga bersama,” ujar Aditya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *