
Pemkot Surabaya mempercepat proyek drainase Babatan, Wiyung, untuk mengalirkan limpasan Waduk Unesa ke Sungai Wiyung dan mencegah genangan jalan saat hujan.
Jaringan pipa sepanjang 492 meter ditargetkan selesai 11 November 2026; sekitar 350 meter sudah terpasang, dengan sisa segmen kritis 42 meter dan 100 meter menuju intake waduk.
Penutupan lajur dilakukan bergantian karena risiko pergerakan tanah dan ambles; warga disarankan memakai jalur alternatif selama percepatan pekerjaan dan pemulihan jalan berlangsung.
Salah satu proyek yang menjadi perharian adalah di kawasan Babatan, Wiyung. Proyek inj untuk mengantisipasi limpasan air waduk yang berpotensi menggenangi jalan saat hujan. Proyek dengan jaringan pipa sepanjang 492 meter ini ditargetkan rampung pada 11 November 2026.
Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan, saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan air dari Waduk Unesa menuju Sungai Wiyung. Pembangunan ini dilakukan setelah pada musim hujan tahun lalu air waduk meluber ke jalan karena belum memiliki saluran pembuangan yang memadai.
“Di tahun lalu memang pada waktu hujan air waduk itu meluber. Jadi kan tidak ada outlet rilisnya sehingga meluber ke jalan. Di tahun ini kita coba menganalisa untuk membuat salurannya, saluran outlet yang ke selatan, dibuang ke saluran Sungai Wiyung,” ujar Adi, Sabtu (7/11/2026).
Dalam proyek tersebut, sekitar 350 meter jaringan pipa telah terpasang. Pekerjaan tersisa mencakup segmen sepanjang 42 meter yang menjadi titik kritis serta 100 meter menuju intake waduk.
Pengerjaan pada titik kritis dimulai pada siang hari, Jumat (6/11/2026), setelah DSDABM berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pemotongan dan penarikan ulang pipa sebelum terjadi pengerasan material di sekitar jalur pekerjaan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber