TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Labang, Bangkalan dilanda kekeringan.

Ganasnya musim kemarau di Kabupaten Bangkalan tahun ini tergambar dari meluasnya cakupan dampak kekeringan.

Hingga memasuki bulan keempat musim kekeringan, Selasa (13/10/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mencatat sebanyak 57 desa di 12 kecamatan kini krisis air bersih. 

Kecamatan ‘pendatang’ baru terdampak musim kekeringan yakni Kecamatan Labang setelah enam desanya dalam sepekan terakhir mulai mengusulkan permintaan bantuan droping air bersih kepada BPBD Bangkalan. 

Kecamatan Labang merupakan kawasan yang berlokasi di bagian Selatan Kota Bangkalan. Beberapa desanya berada di kawasan akses Suramadu hingga di pesisir Jembatan Suramadu.

Data yang diterima Tribun Madura dari BPBD setempat, tambahan enam desa krisis air bersih di Kecamatan Labang itu meliputi Desa Kesek, Desa Ba’engas, Desa Petapan, Desa Jukong, Desa Sendang Laok, dan Desa Morkepek. 

“Kecamatan baru adalah Labang yang tidak pernah mengusulkan permintaan bantuan air bersih, akhirnya mengusulkan juga. Kami tetap distribusikan ke Kecamatan Labang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar, Selasa (13/10/2026) petang. 

Kecamatan Blega 2 desa;  Desa Bates dan Desa Panjelinan, Kecamatan Sepulu 6 desa; Desa Kelbung, Gunilap, Klapayan, Bangsereh, Gangseyan, dan Saplasah, Kecamatan Tanah Merah 6 Desa; Desa Batangan, Pangiliyan, Padurungan, Pacentan, Dlambah Dajah, dan Kranggaran Barat. 

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *