
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang membentang di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan cagar alam yang menyimpan keunikan ekosistem hutan hujan dataran rendah.
Ditetapkan secara resmi sebagai taman nasional pada tahun 1992 dengan wilayah seluas 44.037,30 hektare, kawasan ini memadukan keanekaragaman hayati, nilai sejarah purba, kearifan budaya lokal. Serta potensi pariwisata bahari tingkat internasional.
Nama “Alas Purwo” secara etimologis berasal dari bahasa Jawa yang bermakna “Hutan Pertama” atau permulaan. Nama tersebut sejalan dengan legenda masyarakat setempat bahwa wilayah ini adalah daratan terawal yang diciptakan di Pulau Jawa.
Sebagai salah satu kawasan pelestarian alam utama di ujung timur Pulau Jawa, area konservasi ini menjalankan tiga fungsi penting. Perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Serta pemanfaatan sumber daya alam secara lestari.
Tata kelola wilayahnya terbagi dalam beberapa zonasi. Mulai dari Zona Inti, Zona Rimba, hingga Zona Pemanfaatan serta Zona Religi dan Budaya. Tempat ini memegang peranan sangat vital dalam menjaga populasi Banteng Jawa, mamalia besar terancam punah yang secara genetik terbukti sebagai nenek moyang sapi bali.
Untuk mendukung kehidupan satwa, pengelola menyediakan feeding ground buatan seluas 84 hektare di Savana Sadengan. Ini merupakan tempat pengunjung dapat mengamati banteng, rusa timor, kijang, ajag. Hingga atraksi burung merak hijau dari atas menara pandang.
Di samping kekayaan fauna darat seperti macan tutul jawa, lutung budeng, dan ratusan spesies unggas, destinasi di dalam Taman Nasional Alas Purwo juga menyimpan potensi wisata bahari dan geologi yang luar biasa.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Pantai Plengkung atau G-Land yang mendunia berkat gulungan ombak left-hander setinggi 4 hingga 8 meter.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber