Pacitan (beritajatim.com) – Pencarian dua nelayan asal Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, yang hilang di perairan Pantai Watu Murep, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, masih menghadapi kendala cuaca buruk. Angin kencang disertai gelombang tinggi menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan dalam memburu keberadaan kedua korban.

Ketinggian gelombang laut di lokasi pencarian dilaporkan mencapai 2 hingga 2,5 meter. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyulitkan armada tim SAR saat melakukan penyisiran di tengah laut.

Kepala Tim SAR Trenggalek, Muhammad Jazuli Prasetyo, menjelaskan bahwa hempasan gelombang tinggi dan angin kencang cukup menghambat efektivitas perahu pencari.

“Kendala utama saat kami melakukan pencarian di laut adalah gelombang yang cukup tinggi dan angin kencang,” ujar Jazuli, Rabu (14/10/2026).

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR mengerahkan dua tim menggunakan perahu karet serta dua tim tambahan yang memanfaatkan kapal nelayan setempat. Sejumlah nelayan lokal turut bergerak menyisir area perairan guna mempercepat penemuan korban.

Jazuli menambahkan, titik pencarian saat ini masih difokuskan di sekitar lokasi awal tenggelamnya korban, sebelum nantinya penyisiran diperluas ke radius yang lebih jauh.

Selain opsi laut, penyisiran jalur darat juga intensif dilakukan dengan menyusuri garis pantai serta tebing-tebing curam di sekitar lokasi kejadian. Tim pemantau dari atas tebing turut melibatkan warga sekitar dan pihak keluarga korban.

“Satu tim SAR menyusuri pantai dan tebing, serta melakukan pemantauan dari atas tebing bersama warga dan keluarga korban,” jelasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *