Ngawi (beritajatim.com) – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, baik bintang maupun nonbintang, di Kabupaten Ngawi mencatatkan penurunan pada bulan Agustus 2026. Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ngawi menunjukkan TPK berada di angka 20,09 persen, atau menyusut sebesar 2,62 poin dibandingkan bulan Juli 2026 yang sempat menyentuh 22,71 persen.

Secara statistik, angka TPK 20,09 persen menggambarkan bahwa dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi, rerata hanya sekitar 20 hingga 21 kamar yang terisi setiap harinya. Penurunan okupansi akomodasi ini utamanya dipicu oleh berakhirnya masa libur sekolah serta kembalinya ritme aktivitas harian masyarakat dan agenda pariwisata.

Kendati terkoreksi secara bulanan (month-to-month), performa TPK pada Agustus 2026 ini tercatat masih jauh lebih kuat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Pada Agustus 2025, TPK hotel di Ngawi hanya mencapai 13,78 persen.

Berdasarkan publikasi Berita Resmi Statistik tertanggal 9 Oktober 2026, total kunjungan tamu hotel di Kabupaten Ngawi selama Agustus 2026 tercatat sebanyak 3.323 orang. Mayoritas tamu didominasi oleh wisatawan nusantara sebanyak 3.274 orang (98,52 persen), sementara kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 49 orang.

Sementara itu, indikator Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel di Kabupaten Ngawi berada di angka 1,34 hari. Apabila dirinci berdasarkan kebangsaan, wisatawan mancanegara rata-rata menghabiskan waktu menginap selama 1,45 hari, sedangkan wisatawan nusantara mencatatkan durasi menginap rata-rata 1,34 hari.

Kepala BPS Kabupaten Ngawi, Nasruddin, S.Si., M.Si., menyampaikan gambaran umum mengenai perkembangan indikator pariwisata daerah tersebut.

“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel di Kabupaten Ngawi pada Agustus 2026 mencapai 20,09 persen atau mengalami penurunan sebesar 2,62 poin dibanding bulan Juli. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) Hotel pada bulan Agustus 2026 di Kabupaten Ngawi adalah sebesar 1,3 hari. Jumlah tamu asing pada bulan Agustus tercatat sebanyak 49 orang dan tamu nusantara sebanyak 3.274 orang,” terangnya.

Penurunan tingkat penghunian kamar usai puncak musim liburan merupakan siklus musiman yang wajar dalam bisnis akomodasi. Kendati demikian, dominasi kuat wisatawan domestik menunjukkan bahwa potensi pasar lokal dan perjalanan dinas atau bisnis intra-wilayah tetap menjadi tumpuan utama pengusaha perhotelan di Ngawi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *