Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).

Selain mendistribusikan air bersih guna meredam dampak musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga mengidentifikasi potensi pembangunan sumur bor agar masyarakat setempat memiliki akses sumber air yang lebih berkelanjutan.

Kabupaten Sumenep menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang terimbas kekeringan cukup parah. Berdasarkan data Bencana Daerah, sebanyak 70 desa di Sumenep terdampak kekeringan dengan total 271.017 jiwa. Khusus di Dusun Marang, terdapat 595 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran bantuan sebesar Rp130 juta guna mendukung distribusi air bersih di Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut meliputi 540 jeriken berkapasitas 15 liter, 90 tandon air berkapasitas 1.200 liter, serta 200 lembar terpal.

Khusus masyarakat Dusun Marang, Pemprov Jatim menyalurkan dua armada truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter, tiga unit tandon air, dua tandon lipat, dan 150 jeriken.

“Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Larangan Barma kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan tandon air,” ujar Khofifah, Rabu (14/10/2026).

Khofifah menegaskan bahwa pemenuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang mendesak untuk memasak, minum, dan sanitasi. Kendati demikian, penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada pola pembagian air tangki tahunan.

Pemprov Jatim bersama BPBD Jatim kini tengah mengkaji kelayakan teknis pembangunan sumur bor permanen sebagai solusi jangka panjang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *