
BANYUWANGIHITS.ID – Ratusan sopir truk logistik mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (14/10/2026). Mereka menggelar aksi demonstrasi untuk mengadukan kemacetan yang berulang di Pelabuhan Ketapang dan meminta pemerintah daerah turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Aksi ini dilakukan karena kemacetan dinilai terus berulang meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan setelah demonstrasi dan blokade yang dilakukan para sopir di Pelabuhan Ketapang pada 26 September 2026.
Koordinator aksi, Mukhlasin, mengatakan para sopir telah mengirimkan surat kepada Bupati Banyuwangi sekitar satu minggu sebelum demonstrasi. Mereka berharap bupati bersedia menemui massa dan mendengarkan langsung tuntutan yang disampaikan.
“Karena kalau habis demo itu lancar, dua hari lancar, nanti kambuh lagi, dapat dua hari, sudah macet lagi,” ujar Mukhlasin.
Menurut Mukhlasin, kesepakatan yang telah dibuat belum mampu menyelesaikan persoalan kemacetan secara berkelanjutan. Ia menilai sejumlah ketentuan yang sebelumnya disepakati masih belum dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah pengaturan kendaraan di jalur LCM (Landing Craft Machine) yang digunakan untuk mendukung layanan penyeberangan. Mukhlasin mencontohkan kendaraan berukuran kecil yang dinilai seharusnya tidak memasuki jalur tersebut karena berpotensi menghambat pergerakan truk logistik. Namun, kendaraan tersebut disebut kembali masuk pada malam hari.
“Percuma kita dapat kesepakatan, namun kesepakatan itu hanya tertulis tapi tidak dilakukan oleh pihak ASDP dan ke bawahannya dan jajarannya,” katanya.
Selain menuntut penanganan kemacetan, para sopir meminta percepatan pembangunan dermaga untuk meningkatkan kapasitas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Mereka juga menyoroti rencana pengembangan pelabuhan di Bulusan, Banyuwangi, yang dinilai perlu segera direalisasikan.
Dalam aksi tersebut, para sopir membawa sekitar 10 tuntutan. Namun, Mukhlasin tidak merinci seluruh poin tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, demonstrasi di kantor Pemkab Banyuwangi merupakan salah satu tahapan yang ditempuh untuk memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut. Apabila belum memperoleh hasil sesuai harapan, para sopir berencana melanjutkan aksi ke kantor DPRD Banyuwangi.
“Ketiga harinya kalau tidak ada hasil, kita tutup pelabuhan total,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber