
PT Smelting menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung program hilirisasi tembaga nasional, tetapi juga menjaga tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya di Kabupaten Gresik.
Erika Silva Vice President External Affairs PT Smelting mengatakan, perusahaan yang mulai dibangun pada 1996 itu terus mengambil bagian dalam program hilirisasi pemerintah sebagai perusahaan pemurnian tembaga pertama di Indonesia.
“Kita merupakan perusahaan pemurnian tembaga pertama di Indonesia. Kita dibangun pada tahun 1996 dan tahun ini sudah merayakan 30 tahun anniversary. Kita berkarya di Indonesia sudah 30 tahun, tepatnya di Kabupaten Gresik,” kata Erika saat berkunjung dan on air di Radio Suara Surabaya, Kamis (15/10/2026)
Menurut Erika, dukungan terhadap hilirisasi juga harus berjalan seiring dengan komitmen perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan. Karena itu, PT Smelting menjalankan program tanggung jawab sosial melalui empat pilar.
“Kami punya filosofi bahwasanya kita tidak hanya mendukung hilirisasi, tapi kami juga mempunyai komitmen terhadap sosial. Ada empat pilar, ada pendidikan, kesehatan, kemudian social investment, dan juga lingkungan. Supaya kehadiran kami di Kabupaten Gresik bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.


Di bidang kesehatan, PT Smelting masih melanjutkan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Program itu juga diselaraskan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menekan kasus TBC.
Erika mengatakan, salah satu fokusnya adalah membantu mengidentifikasi warga yang terindikasi TBC di sejumlah desa agar penanganan maupun pencegahan dapat dilakukan lebih cepat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber