
MetroTimes (Surabaya) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur memperkuat peran masjid dalam penanggulangan bencana melalui pelatihan tanggap bencana berbasis masjid yang melibatkan perwakilan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Program ini diarahkan untuk membentuk satuan tugas (satgas) tanggap bencana hingga tingkat kecamatan dan desa, sekaligus memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga bencana alam lainnya. Selain membantu pada saat bencana terjadi, masjid diharapkan berperan dalam pencegahan, penanganan pengungsi, pemulihan psikologis korban, serta penghimpunan bantuan kemanusiaan.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jawa Timur periode 2025–2030, Dr. K.H.M. Sudjak, M.Ag., menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana perlu menjadi perhatian bersama karena bencana tidak selalu dapat diprediksi. Karena itu, diperlukan langkah pencegahan dan kesiapan seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus masjid.
“Yang pertama adalah pencegahan. Sedapat mungkin, kejadian seperti tanah longsor dan sebagainya bisa dicegah apabila memang memungkinkan. Misalnya, longsor yang terjadi akibat ulah manusia, seperti penebangan hutan secara sembarangan yang menyebabkan air tidak terserap dengan baik,” ujar Sudjak.
Menurutnya, peran masjid dalam penanggulangan bencana tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat secara luas.
“Ketika terjadi bencana, masjid juga harus berperan. Misalnya, masjid bisa digunakan untuk penampungan atau pengungsian warga yang terdampak, selama kondisi masjidnya aman,” jelasnya.
Sudjak menambahkan, peran masjid tetap dibutuhkan setelah bencana berlalu. Pada tahap pemulihan, pengurus masjid diharapkan mampu memberikan dukungan moral, membangun kembali semangat masyarakat, serta membantu memulihkan kondisi psikologis warga yang mengalami trauma akibat bencana.
Selain itu, DMI akan mendorong gerakan kepedulian dan solidaritas melalui penghimpunan donasi serta bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Pengurus DMI di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa diharapkan aktif mengajak masyarakat untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber