:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Pasar-Anom-Baru-Sumenep-angkat-bicara-terkait-video-viral-adu-jotos-penjaga-tiket-dan-pedagang.jpg)
Menurutnya, pedagang tersebut tidak melakukan pembayaran retribusi, namun mengaku sudah membayar.
“Awalnya karena pedagang yang melalui portal tidak bayar, tapi mengaku sudah bayar,” kata Subaidi kepada TribunMadura.com, Jumat (16/10/2026).
Situasi semakin memanas setelah seorang kuli angkut yang berada di lokasi diduga lebih dulu melakukan pemukulan, hingga akhirnya terjadi keributan yang terekam dalam video 29 detik dan beredar luas di media sosial.
Meski demikian, Subaidi memastikan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Subaidi berharap, kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh petugas maupun pihak yang beraktivitas di lingkungan Pasar Anom Baru, agar lebih bijaksana saat menghadapi masyarakat.
“Intinya kita sebagai unsur pemerintah harus lebih bijak dalam menjalankan pekerjaan, apalagi di lapangan yang setiap hari bertemu dengan banyak orang,” tuturnya.
Sementar itu, pihak TribuMadura.com sudah mencoba menghubungi Latifah, keluarga pedagang atau distributor sayur yang diduga terlibat adu jotos dengan oknum penjaga tiket di Pasar Anom Baru Sumenep dari Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber